Posted by mugihari on 02 19th, 2009
IBU = ENTREPRENEURNYA ENTREPRENEUR     (SELAMAT HARI IBU)

IBU = ENTREPRENEURNYA ENTREPRENEUR (SELAMAT HARI IBU)

IBU = ENTREPRENEURNYA ENTREPRENEUR     (SELAMAT HARI IBU)

BISMILLAH,

Saya Ingin berbagi cerita tentang sebuah NASIHAT yang pernah saya terima dari seorang ENTREPRENEUR, yang dimata saya, Beliau tidak hanya seorang ENTREPRENEUR belaka, tapi Beliau juga seseorang yang menurut istilah saya pribadi, Beliau adalah RELIPRENEUR (ENTREPRENEUR yang RELIGIUS)

Ada ketertarikan saya dengan kesuksesan Beliau dalam menjalankan BISNISNYA yang sejak lulus kuliah (Beliau tidak pernah bekerja untuk orang lain). Dan saya lihat, Beliau cukup berhasil dan survive dalam menjalankan bisnisnya. Bahkan yang saya lihat lagi adalah grafiknya selalu meningkat terus tiap tahunnya, baik grafik omset bisnisnya, grafik pendapatan bersihnya (sudah otomatis ikut naik), Nilai Proyek yang diterimanya (Saat ini sudah mencapai 13 DIGIT) dan diiringi grafik RELIGI - SPIRITUALNYA. Ya semuanya meningkat. Sukses dunia akhirat banget dimata saya.

Muncul Rasa Penasaran didiri saya untuk menanyakan APA RAHASIA SUKSES BISNISNYA ???
Maka saya pun menanyakan kepada dia dengan menemui saat makan siang di Proyeknya, “BANG (Panggilan akrab saya kepada Beliau, maklum Beliau ASLI TULEN dari BETAWI) …. APA YANG MEMBUAT ABANG BISA SUKSES DALAM MENJALANKAN BISNIS ABANG ?” Jawaban Beliau adalah simple…. yakni IBU. Dan dilanjutkan lagi, ” Kalo Mugi mau sukses di bisnis, kuncinya adalah IBU.

Beliau memperjelas lagi semua rahasianya
“Ingin Dekat Dengan Surga ? Dekatlah (Berbaktilah) Dengan IBU”
“Karena Surga berada di bawah kaki IBU”
“Ingin Sukses Dalam Bisnis ? Mintalah Ridho dan Doa Pada IBU”
“Karena Ridho ALLAH berada pada Ridho IBU”
“Dan jangan lupakan peran Ridho Ayah juga”

Jadi kesimpulan yang saya terima adalah
RAHASIA SUKSES BELIAU berada pada RIDHO dan DOA SANG IBU (Serta tidak melupakan RIDHO sang Ayah) untuk mendapatkan Ridho ALLAH

Maka saat pulang Saya mulai mencerna Nasihat itu
Saya cerna dalam dalam nasihat itu

Sampai akhirnya saya teringat Bang Iwan Fals dengan Lagu yang berjudul IBU dengan bait yang dalam dan cukup membuat saya meneteskan airmata selama diperjalanan sambil mengingat Almarhumah Ibundaku. Berikut kurang lebih bait lagu yang berjudul “IBU”, Sebuah MAHAKARYA dari Bang Iwan Fals :

=============================================

Ribuan Kilo Jalan Yang Kau Tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
=============================================

Dalam Hati saya mengatakan, benar sekali bait bait lagu tersebut
Sesungguhnya jasa orang tua tidak dapat kita balas, khususnya IBU. Saya telah dirawat 9 bulan dikandungan ibu sebelum saya lahir ke muka bumi ini, kemudian IBU melahirkan saya dengan resiko antara hidup dan mati. Ketika saya masih lemah dan baru terlahir, IBU memberi makan dan minum saya dengan setulus jiwa. Bahkan IBU tidak pernah geli dengan kotoran dan ompol ompol saya saat masih kecil. IBU merawat dengan cinta kasih 100%. Kemudian saya dicukupkan semua kebutuhan saya tanpa saya memintanya. Dan mereka selalu sabar merawat saya yang masih lemah. Saat itu saya bukanlah siapa siapa. Saya adalah mahluk kecil yang lemah. Mahluk kecil yang selalu dibimbing dan didoakan oleh Sang IBU.

Wajar kalo Nabi Muhammad mengatakan,
“Orang kesatu yang harus kita hormati adalah IBU”
“Orang kedua yang harus kita hormati adalah IBU”
“Orang ketiga yang harus kita hormati adalah IBU”
“Orang keempat yang harus kita hormati adalah BAPAK”
Begitu besar peran IBU dari pada BAPAK

Kalau saya saat ini baru menjadi seseorang yang baru belajar dan merintis menjadi Entrepreneur (menjadi Golongan Tangan Di Atas seperti di situsnya Mas Roni yang beralamat di www.TanganDiAtas.com) yang “mencoba tidak utopis” dengan “down to earth” namun mencoba memiliki “mimpi mimpi sebagai kunci untuk kita menaklukan dunia”. Amin Ya Allah. Maka saya jadi tersadar bahwa Entrepreneur Sejatinya Para Sang Entrepreneur Sukses di muka bumi ini adalah seorang IBU. IBU lah yang telah membuat kita bisa seperti saat ini. IBU lah yang sudah menginvestasikan waktu, materi, harta kekayaan, sistem tatanan dan segala galanya untuk KITA (sebagai BISNISNYA IBU) yang dirintisnya sejak kita dikandungannya. IBU selalu menginvestasikan semua hal yang dimilikinya demi bisnisnya MENJADI BESAR (DIRI KITA). Dan Ibu berpartner dengan Bapak. Saya tidak ada apa apanya dibanding kalian. Kita semua tidak ada apa apanya dibanding Ibu dan Bapak. KALIAN (Orang tua) MEMANG SEJATINYA ENTREPRENEUR.

Terimakasih Ibu…..
Terimakasih juga Bapak …

Maafkan Saya Yang belum bisa banyak berbuat apa apa buat Almarhumah Ibu Isminatin dan Almarhum Bapak Maryono. Saya saat ini cuma bisa mencoba jadi anak yang baik dan mencoba untuk bisa mendoakan Ibu dan Bapak ……

Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]

Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

AMIN

Ibu ….. SELAMAT HARI IBU 22 Desember 2008 ya ….

Mugi Hari
Learner Of Life

EDISI SENIN, 22 Desember 2008
[Hasil Kerinduan Yang Mendalam Pada Almarhumah Ibu Isminatin & Almarhum Bapak Maryono]

Post a Comment

1 Comment »

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment